Wah...!!! Bahaya Juga Bagi Warga Sekitar Dan Lainya Saat Berkendara Akibat Jalan Berlubang PJU Minim Penerangan - DATA FAKTA

Senin, 23 Februari 2026

Wah...!!! Bahaya Juga Bagi Warga Sekitar Dan Lainya Saat Berkendara Akibat Jalan Berlubang PJU Minim Penerangan

Kabupaten Bekasi - Warga Kampung Kosambi, Desa Waringinjaya, seolah dipaksa bertaruh nyawa setiap hari. Kombinasi mematikan antara jalan yang menyerupai kubangan kerbau dan gelap gulita akibat minimnya Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) kini menjadikan wilayah tersebut sebagai "jalur maut" sekaligus surga bagi pelaku kriminalitas pembegalan.
‎Pantauan di lapangan pada Sabtu (21/2/2026) menunjukkan pemandangan tragis. Lubang-lubang dalam menganga di sepanjang jalan utama Kosambi-Baleker. Saat hujan, akses ini berubah menjadi jebakan air yang siap menjatuhkan pengendara kapan saja.‎Kondisi ini diperparah dengan absennya penerangan. 
‎Ramlan, seorang warga setempat, mengungkapkan ketakutannya akan ancaman ganda yaitu kecelakaan dan begal.
‎ "Kami seperti dibiarkan menghadapi maut sendirian. Sudah jalan rusak parah, gelap pula. Begal sering beraksi di sini karena mereka tahu polisi dan warga sulit mengejar di jalan yang hancur ini," keluhnya dengan nada geram. 
‎LSM GBR: Pemerintah Jangan "Tidur"!
‎Lambannya respon pemerintah daerah memicu reaksi keras dari LSM GBR (Garda Bangsa Reformasi). Ketua GBR Kedungwaringin, Lukman, menghujam tajam kinerja Dinas terkait dan Pemerintah Desa yang dinilai hanya menutup mata atas penderitaan warga.
‎"Ini bukan sekadar jalan rusak, ini adalah pengabaian terhadap keselamatan rakyat! Kerusakan jalan dan kegelapan adalah kombinasi maut. 
‎"Kami mendesak perbaikan permanen, bukan sekadar tambal sulam yang hanya bertahan seminggu," tegas Lukman.
‎ Ia memberikan peringatan keras bahwa LSM GBR akan terus mengawal kasus ini hingga alat berat turun ke lokasi
‎.
‎Jawaban Klise: "Sudah Diajukan di Musrenbang"
‎Menanggapi tekanan publik, Wakil Ketua BPD Desa Waringinjaya, Iskandar, memberikan jawaban klasik yang sering didengar warga. Ia mengklaim bahwa usulan perbaikan Jalan Utama Kosambi-Baleker telah masuk dalam skema Musrenbang tingkat Kecamatan dan proposal telah dilampirkan.
‎Namun, bagi warga, janji di atas kertas tidak lebih penting daripada aspal nyata di lapangan. Selama anggaran masih tertahan di meja birokrasi, selama itu pula warga Kosambi harus berhadapan dengan risiko kecelakaan dan ancaman senjata tajam para begal di tengah kegelapan malam.
‎Perbaikan Jalan Maksimal
‎Betonisasi Permanen
‎Bukan sekadar urukan tanah atau aspal tipis
‎Instalasi PJU Baru
‎ Penerangan total di sepanjang jalur rawan kriminalitas.
‎ Warga menolak menunggu proses birokrasi yang berbelit sementara korban terus berjatuhan.
‎Klarifikasi BPD Waringin Jaya
‎Sementara itu BPD Waringin Jaya Iskandar saat di konfirmasi mengatakan bahwa jalan tersebut tidak boleh mengguakan anggaran Pendapatan & Belanja Desa (SAPBDes) karena ranahnya pemerintahan kabupaten Bekasi. 

‎Jalan tersebut tidak boleh mengguakan anggaran Pendapatan & Belanja Desa (APBDes) karena ranahnya pemerintahan kabupaten Bekasi, tulis nya melalui pesan singkat pada Senin, 23/2/2026.
‎Berkaitan dengan PJU sambung Iskandar bahwa pemerintahan Desa hanya mampu beberapa titik jadi blm maksimal dalam alokasi PJU  di jalan tersebut, tulisnya saat dikonfirmasi media.(Lukman) 
Comments
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done